Alumni SMP 8 Jakarta

Home » Others » Reuni Akbar SMPN 8 Penuh Kebersamaan

Reuni Akbar SMPN 8 Penuh Kebersamaan

LAPANGAN tennis indoor Senayan yang kerap dipakai untuk ajang pertandingan tenis nasional maupun internasionl. Berubah menjadi sebuah panggung megah pada Sabtu 25 April lalu. Maklum, hari itu berlangsung acara Reuni Akbar SMPN VIII angkatan 1960-2009. Mengambil tema ‘Indah dalam Balutan Kebersamaan, terasa sangat pas. Mengapa? karena jebolan SMPN tersebut sangat menyatu dalam kebersamaan.

Diantara mereka tak ada jarak, terbukti beberapa alumni sekolah yang terletak di Jalan Pegangsaan tersebut datang bersama adik kelasnya. “Saya datang ke reuni tanpa keluarga, karena ini acara silahturahmi sekolah. Saya datang bersama adik kelas angkatan 1981,” ujar Eva Meriana kepada TNOL disela-sela acara reuni.

Meski datang bersama adik kelas, Eva tak melupakan teman satu angkatannya. Perempuan angkatan 1980 ini segera mencari-cari sahabat lamanya. Bagi Eva ajang reuni merupakan wadah menyatukan sesama alumni SMPN VIII. Tak heran Eva berani merogoh kocek sebesar Rp 60 ribu untuk bisa masuk. Dana tersebut sebagai biaya pengganti kaos dan konsumsi.

“Bayar tidak masalah, demi menjalin persahabatan dan bisa bertemu teman-teman lama,” ucap perempuan yang kini bekerja sebagai kontraktor ini.

Eva sendiri sudah lama tak bertemu sahabat-sahabatnya. Hal sama dialami oleh Siti Sundari dan Nia Zarniati. Kedua perempun ini sejak SMP menjalin persahabatan. Walau begitu mereka jarang bertemu.
Ketika mereka bertemu suasana nostalgia segera menyeruak. Mereka mengenang masa-masa muda. Siti dan Nia merupakan angkatan 1975. Mereka sahabat satu kelas dan satu tim bola voli.

“Kita satu kelas dan sama-sama suka voli,” tandas Siti. Sayang mereka jarang bertemu setelah lulus sekolah. Mereka memanfaatkan ajang reuni sebagai tempat pertemuan. Mereka tak membawa keluarga karena ingin benar-benar mengenang masa lalu. Tak ayal saat bertemu teman satu angkatan mereka segera berkumpul dan saling berbagi cerita.

“Senang bisa bertemu kakak dan adik kelas. Kini kita sudah pada berkeluarga,” tutur Siti. Alumni angkatan 1975 sendiri yang hadir sekitar 75 orang. Mereka hampir 34 tahun tidak bertemu.

Saat bertemu rona bahagia terpancar dari wajah mereka. Senyum selalu mengembang lantaran mereka kerap berfoto ria. “Di sini kita bertemu mantan kekasih dan sahabat-sahabat lama. Kita foto-foto bareng,” ucap Nia Zarniati. Di mata Nia, reuni merupakan ajang temu kangen. Nia berharap melalui reuni pula hubungan sesama alumni tetap terjaga.

Selain para alumni, reuni dihadiri pula guru-guru SMPN VIII, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratriono. Tak ketinggalan Kepala Sekolah SMPN VIII Heney Murwanto turut menyaksikan kemeriahan reuni.

Menurut Heney, reuni bisa menjadi ajang silahturahmi dan mempererat persatuan alumni. Ia merasa bangga karena reuni akbar digelar pada masa kepemimpinannya. Melalui reuni pula, kata pria yang sepuluh tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN VIII ini, alumni memberikan masukan-masukan yang berarti. Salah staunya membentuk koperasi demi kepentingan sekolah.
Artis Ikut ‘Nimbrung’

Reuni akbar SMPN VIII merupakan reuni pertama yang digelar di SMP tersebut. Tak heran berbagai acara disuguhkan, mulai dari bazar sampai hiburan. Bazar dan hiburan pun diisi oleh para alumni. Tak ketinggalan masing-masing angkatan didaulat maju untuk mempersembahkan sesuatu.

Per-angkatan naik ke atas panggung. Terlebih dahulu mereka memperkenalkan tahun angkatan, kemudian nama. Dari deretan nama, ada beberapa yang tak asing ditelinga seperti Yati Surachman dan Julius Sitanggang. Yati merupakan agkatan 1972. Ia datang bersama kawan-kawannya sehingga rela membatalkan jadwal syuting.

“Hari ini saya ada syuting FTV, tapi demi bertemu teman-teman lama saya batalkan,” ucap Yati.
Menurutnya, masa-masa SMP sangat menyenangkan lantaran ia selalu kompak dengan sahabat-sahabatnya. Antara lain dalam masalah bolos sekolah. Yati bersama ketujuh sahabatnya meninggalkan pelajaran agar bisa menonton. Berhubung jarak Pegangsaan tak terlampau jauh dengan bioskop Megaria. Anak pertama dari sembilan bersaudara ini memilih bioskop tersebut.

Alhasil Yati sering mendapat omelan dari guru sekolah. Tak hanya itu, Yati sering mendapat teguran karena tidak memasukkan baju. “Ya namanya juga masa-masa remaja, masa peralihan,” tuturnya.

Selain Yati, adapula penyanyi Julius Sitanggang. Julius menyumbang tiga lagu dalam reuni. Tampilnya Julius sempat membius peserta. Sebab, ayah dua anak ini menyanyikan single andalannya Maria.

Tak ayal alumni SMPN VIII yang memenuhi lapangan tennis indoor mengikuti. Kemudian Julius menghentak para alumni dengan lagu Bis Sekolah, alumni yang tadinya hanya duduk-duduk merayap mendekati panggung. Mereka turut berjoget dan mendendangkan lagu tersebut.

“Saya menyanyikan tiga lagu di reuni ini,” tutur Julius yang merasa senang bisa ketemu teman lama.

Ia pun terkenang dengan masa-masa sekolahnya. Menurut Julius, saat duduk di bangku SMP dirinya pernah mengalami cinta monyet. Semasa SMP tak mengalami hal-hal negatif, termasuk tawuran. “Kalau berkelahi satu lawan satu sih saya pernah,” ucapnya seraya tersenyum.

Setelah bertemu dengan teman-teman lama, Julius merasa senang. Menurut alumni angkatan 1987 ini ada perubahan pada teman-temannya. “Mereka sekarang sudah punya anak, tubuh mereka juga gemuk. Saya senang bisa bertemu mereka,” ungkapnya.

Advertisements

Leave a Reply | Alumni SMP 8 Jakarta

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

CORT

November 2010
M T W T F S S
« Oct   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: