Alumni SMP 8 Jakarta

Home » Tips & Share » IPB Ciptakan Aplikasi Penerjemah Tangis Bayi

IPB Ciptakan Aplikasi Penerjemah Tangis Bayi

Republika | Kliping Artikel

Menangis adalah senjata pamungkas bayi. Melalui tangisan, bayi menyatakan lapar atau rasa tidak nyaman akibat popoknya yang basah. Orang tua pun harus pandai-pandai mengartikan apa yang diinginkan buah hatinya itu.

Pekan lalu, ada kabar gembira dari Institut Pertanian Bogor (IPB) buat para orang tua. Medhanita Dewi Renanti (30 tahun) mampu menciptakan aplikasi komputer yang bisa mengartikan jenis-jenis tangisan bayi. Staf pengajar Program Keahlian Manajemen Informatika dan Teknik Komputer ini mengadopsi teori Dustan Baby Language (DBL) karya Priscilla Dunstan tentang jenis-jenis tangisan bayi.

Medha, demikian dia disapa, sukses menciptakan aplikasi komputer yang bisa mendeteksi lima jenis tangisan bayi berdasarkan teori DBL. Macam-macam tangisan tersebut dibedakan menurut karakter bunyinya, yakni neh yang berarti lapar, owh yang artinya lelah karena mengantuk, eh yang berarti ingin bersendawa, eairh yang berarti nyeri karena angin di perut, serta heh yang artinya tidak nyaman.

Di Kampus IPB Cilebende, Bogor, Jumat 127/121, dibantu para ibu yang membawa bayinya, Medha mendemonstrasikan cara kerja alatnya. Segera setelah Diobert (2 bulan), salah seorang bayi relawan menangis, Medha mengaktifkan aplikasi tersebut di komputer jinjingnya. Seketika, aplikasi yang menampilkan grafik suara itu memunculkan keterangan neh: lapar.

“Hanya perlu satu hingga dua detik untuk mendeteksi (jenis tangis bayi). Akurasinya sementara ini baru sembilan puluh empat persen,” tutur Medha. Dordia (27 tahun), ibu dari bayi Diobert mengaku menantikan aplikasi tersebut diproduksi.

“Saya merasakan sutitnya mengerti tangisan anak saya, apalagi pas minggu-minggu pertama (memiliki bayi),” ungkap Dordia. Medha mengisahkan, ide menciptakan perangkat lunak tersebut berawal saat mengandung anak pertamanya pada akhir 2010.

la pun mengikuti seminar mengenai bahasa tangisan bayi. Sebagai seorang pengajar ilmu komputer, kala itu Medha terpantik untuk membuat aplikasi komputer yang bisa membedakan tangisan bayi.

Pada pertengahan 2012, gagasan tersebut benar-benar dia seriuskan menjadi sebuah penelitian dan dia pun berhasil menciptakan peranti lunak pengarti tangis bayi yang bisa disebut pertama di Indonesia.

Sebagaimana harapan Dordia, Medha sangat ingin agar karyanya itu bisa dinikmati orang banyak, khususnya para ibu. Dalam bayangannya, ada dua kemungkinan ciptaanya tersebut diproduksi untuk masyarakat, yakni sebagai aplikasi pada sistem operasi Android atau sebagai gadget khusus yang dibuat mungil dan praktis. Hingga kini, Medha masih menunggu pihak-pihak yang ingin bekerja sama mewujudkan impiannya tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: