Alumni SMP 8 Jakarta

Home » Pulau Tidung dan Mitos Jembatan Cinta

Pulau Tidung dan Mitos Jembatan Cinta

182427620140916-144040780x390PULAU Tidung yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, menyimpan daya tarik dari mitos yang melekat soal cinta. Lebel seputar kisah asmara itu ada di salah satu obyek wisata yang dikenal dengan sebutan Jembatan Cinta. Terletak di sisi barat Pulau Tidung, Jembatan Cinta menjadi penghubung antara dua pulau yakni Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang berpisah daratan. Panjangnya sekitar 800 meter.

Sebelum dibangun permanen, jembatan ini dulunya masih berbahan kayu. Sekeliling jembatan kini dipancang pagar setinggi satu meter, di dominasi cat berwarna biru. Wisatawan dapat berjalan kaki dari Pulau Tidung Besar menuju Pulau Tidung Kecil. Spot yang paling terkenal yakni di jembatan yang berbentuk melengkung dengan car pagar berwarna merah muda. Tingginya mungkin sekitar 4 sampai 5 meter. Kolong jembatan ini bisa dilalui perahu atau speed boat kecil. Percaya atau tidak, di lokasi inilah mitos asmara itu diyakini.

“Mitos yang diyakni dari jembatan ini itu bermacam. Ada yang buat pasangan supaya langgeng, yang jomblo bisa dapat pasangan, atau yang baru putus bisa dapat yang lebih baik,” kata Sugeng, berbincang dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pria yang menjadi pemandu renang di laut dekat Jembatan Cinta itu punya cerita menarik dari perkenalannya dengan para pengunjung. Kebetulan atau tidak, Sugeng mengaku pelancong wisata yang pernah mengunjungi Jembatan Cinta tak jarang memberi kabar “bahagia” selepas berlibur di sana. “Beberapa yang sudah pulang dari sini, entah kebetulan atau tidak itu ngabarin, ada yang sudah dapat jodoh, ada juga yang akhirnya milih nikah. Jadi saya itu tukaran kontak dan mereka ngabarin lagi,” ujar Sugeng.

Jembatan Cinta memang menjadi salah satu yang diunggulkan di Pulau Tidung. Di lokasi ini, pengunjung bisa menanti sunset di ufuk barat. Suasana sunset begitu menarik untuk mengabadikan momen bersama pasangan. “Biasanya yang paling ramai itu hari Sabtu. Karena Minggu itu orang sudah mulai ancang-ancang pulang. Pengunjung di sini banyak dari Tangeran dan Jakarta,” ujar Sugeng.

Beragam jajanan bisa ditemukan di sini. Oh ya, keripik sukun jadi makan khas di sini. Banyak saung-saung yang bisa dinikmati sambil memandang pasir putih menjadi ciri khas tepi pantainya. Pesona wisata lain juga bisa dinikmati. Wisata bawah laut juga menjadi destinasi bagi pengunjung. Pengunjung bisa menikmati snorkeling dan juga diving, lengkap dengan pemandu dari masyarakat setempat. Sugeng mengatakan, tak perlu khawatir karena pemandu renang sudah berpengalaman. Cukup dengan Rp 35.000 untuk menyewa alat snorkeling. Bila ingin di dampingi pemandu, tinggal menambah Rp 100.000. Pengunjung dapat menikmati melihat trumbu karang sambil memberi makan ikan dengan roti. Ikan-ikan akan berkumpul menghampiri.

Untuk snorkeling, lanjutnya, tidak hanya di perairan di sekitar Jembatan Cinta. Sugeng mengatakan, wisatawan dapat menikmati snorkeling di perairan lebih jauh. Hanya, mesti menyewa kapal berkapasitas 60 orang. Kapal ini disewa Rp 800.000. Bagi yang ingin mengabadikan momen di dalam air (underwater), tak perlu khawatir bila tak memiliki kamera sendiri. Di sekitar Jembatan Cinta tersedia jasa penyewaan foto underwater, disamping alat renang. “Harganya Rp 150.000,” kata dia.

Selain itu, wisata airnya juga dilengkapi dengan wahana bermain seperti Banana Boat, Jetski, Kano, Donut Boat, dan lainnya. Khusus Jetski, kocek yang dirogok cukup dalam. Harga sewa sekali pakainya Rp 150.000 untuk 15 menit.

Jangan takut tak kebagian tempat penginapan saat liburan di sini. Di Pulau Tidung, banyak penginapan dari warga masyarakat setempat (home stay). Ada pula yang khusus dibangun untuk penginapan. Penginapan itu dibangun dengan polesan modern seperti perumahan di kota. Banyak warga menjadikan rumahnya sebagai tempat penginapan. Beberapa yang berdiri di dekat pantai menyuguhkan pemandangan pesisir laut. Harganya bervariasi, tergantung minat.

Menurut Sugeng, yang paling murah yakni Rp 350.000, sampai dengan Rp 500.000. Fasilitas yang ditawarkan berbeda-beda. Ada yang dilengkapi dengan AC, TV, dispenser, kamar mandi dan lainnya. Pemandangan home stay mudah di temui di jalan akses menuju Jembatan Cinta. Dari dermaga speed boat yang dikenal dengan sebutan dermaga batok, sekitar 1,5 kilometer ke Jembatan Cinta, berjejer home stay , baik sisi kiri dan kanan di jalan setapak yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Untuk sampai ke Jembatan Cinta, wisatawan memang menggunakan becak motor atau jasa penyewaan sepeda. Soal harga, keduanya berbeda. Kalau becak motor, harganya Rp 35.000 sekali antar. Sementara sepeda, seharian cukup dengan Rp 10.000. Nah, tinggal pilih, mau yang mana. Menggunakan dua moda transportasi itu sama-sama menarik. Jalan menuju Jembatan Cinta, menyuguhkan pemandangan pesisir laut. Kita bisa melihat perharu-perahu milik nelayan, kebun kelapa, kehidupan sosial masyarakat setempat, dan lainnya. Tak terketinggalan belanjaan aksesoris berbahan seperti kerang laut, baju-baju dan lainnya, bisa disinggahi dalam perjalanan menuju Jembatan Cinta.

Camat Kepulauan Seribu Selatan, Arif Wibowo mengatakan, pengunjung Pulau Tidung juga dapat menikmati dua destinasi wisata lain di kecamatan tersebut. Total ada tiga destinasi wisata di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, yang terdapat di tiga kelurahan. “Memang primadonanya ada tiga, Pulau Tidung dengan Jembatan Cintanya, Untung Jawa dengan pesisir pantainya, dan Pulau Pari dengan pantai pasir perawannya,” ujar Arif.

Ketiga destinasi wisata itu memiliki ciri khas masing-masing, seperti di Pulau Pari dengan kerajinan ikan terinya. Transportasi ke masing-masing pulau menyeberang dengan perahu motor. Jumlah wisatawan, diklaimnya terus meningkat. Sebagian banyak dari Tangerang. Pengembangan wisata juga terus dilakukan. Salah satunya, pembangunan jalan besar yang akan melibatkan Dinas Perumahan DKI Jakarta di Pulau Tidung.

Jalan di Pulau Tidung ini rencananya akan dibangun di sisi barat dan rampung 2015. “Pengembangannya masih koordinasi, jadi akan dibuat jalan lingkar pantai di pinggir pesisir. Yang ngadain (Dinas) Perumahan. Jadi orang tidak berkumpul di wilayah timur saja, tapi akan bisa ke wilayah barat,” ujar Arif.

Soal transportasi, menuju Kepulauan Seribu memang terdapat dua alternatif pilihan. Bisa melalui Dermaga Marina dari dalam Ancol, yang menyediakan jasa pengantar dengan speed boat. Pilihan lainnya melalui Dermaga Muara Angke di Penjaringan, Jakarta Utara, dengan kapal berpenumpang banyak. Nah, selamat berlibur …

—-

Penulis: Robertus Belarminus on Kompas.com

%d bloggers like this: